“Sholawat Burdah” by:Syaikh Muhammad Al-Bushiri


مُحَمَّدٌ سَيِّدُ اْلكَوْنَيْنِ وَاّلثَقَلَيْنِ * وَاْلفَرِقَيْنِ مِنْ عَرَبِ وَمِنْ عَجَمِ

Muhammadlah pemimpin dunia akhirat, pemimpin jin dan manusia, bangsa arab dan non arab.

نبيناالآمِرُالنّاهِى فَلاَ أحَدٌ * اَبَرَّ فيِ لامنْهُ وَلاَ نَعَمِ

Nabilah penganjur kebaikan dan pencegah mungkar, tak satupun setegas ia dalam berkata ya atau tidak.

هُوَالْحَبِيْبُ الٌّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ * لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحَمِ

Dialah kekasih yang diharap syafaatnya, dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang.

فَاقَ النَّبِيِّيْنَ فِي خَلْقٍ وَ فِيْ خُلُقً * وَلَمْ يدَانُوْهُ فِيْ عِلْمٍ وَلاَ كرَمِ

Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa, tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemulyaannya

وَكُلُْهُمْ مِنْ رَسُوْلِ الله مُلْتَمِسٌ * غَرْفًا من البحرا ورشفا من الديم

Para nabi semua meminta darinya seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya

فَهُوَ الَّذِى تَمَّ مَعْنَاهُ وصُوْرَتَهُ * ثُمَّ اصْطفَاهُ حَبِيْبًا بَارِئ النَّسَمِ

Dialah Rosul yang sempurna batin dan lahirnya, terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia

مُنَزَهٌ عَنْ شَرِيْكٍ فِيْ مُحَاسَنِهِ * فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيْهِ غَيْر مُنْقَسِمٍ

Dalam kebaikannya, tak seorang pun menyaingi, inti kebaikannya takkan bisa terbagi-bagi

فَإِنَّ فَضْلَ رَسُوْلِ اللهِ ليَْسَ لَهُ * حَدٌّ فَيٌعْرَبُ نَاطِقٌ بِفَمِ

Karena keutamannya sungguh tak terbatas, hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata

وَأَذِنْ لِسُحْبِ صَلوةِ منْكَ دائِمَةٍ * عَلَى النَّبِيِّ بِمُنْحَلٍّ وَ مُنْسَجِمِ

Perkenankan awan sholawat-Mu yang tak terbatas untuk curahkan kepadanya bagai hujan yang deras

Sholawat di atas adalah potongan dari sholawt burdah karya Syaikh Muhammad Al-Bushiri. Burdah berarti “selimut”, ketika beliau tidur beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah, kemudian Rasul meminta agar Syaikh Muhammad Al-Bushiri mengarang pujian-pujian bagi Baginda Rasul. Kemudian beliau mengarang sholawat burdah yang panjangnya sekitar 160 bait lebih. Setelah mengarang sholawat tersebut, beliau kembali bermimpi ketemu Rasulullah dan Rasul memakaikan “Burdah” (selimut) pada Syaikh Al-Bushiri. Ketika itu Syaikh Muhammad Al-Bushiri sedang sakit lumpuh, setelah mimpi itu beliau langsung sembuh. Maka sholawat itu sekarang dikenal sebagai “Sholawat Burdah”.

Dalam sholawat tersebut terdapat dalil bahwa bertawassul pada Nabi adalah sunnah dan bukan hal yang musyrik. Juga dianjurkan kita agar selalu bersholawat kepad Nabi. Jika sekarang ada kelompok “berjenggot, jidat hitam, dan cingkrang” yang merasa sok islam mengatakan sholawat tersebut adalah sesat dan mengandung kemusyrikan maka tak usah di gubris. Tak hanya burdah, Maulid nabi pun mereka sesatkan hanya karena satu alasan yaitu karena Nabi tak pernah malakukannya. Inilah golongan Wahabi yang wajib dihindari yang tak cinta pada Rasul tapi mengaku paling islam, dan membawa keyakinan kufur, yaitu menganggap bahwa Allah duduk di atas arys.

Sholawat burdah ini panjang sekali, di atas itu adalah sedikit dari potongannya. Ini adalah pesanan dari mas NurulImam, dia minta tolong aku nerjemahin “burdah”. Wah, selain bahasa arabku yang pas-pasan, tidak hanya perlu nahwu shorof dan balaghoh tingkat tinggi, menerjemah Syair tidak semudah menerjemah percakapan sehari-hari, selain itu syair ini juga panjang. Sempat geleng-geleng juga saat mas NurulImam mita diterjemahin burdah. Alhamdulillah teman dari Langitan membawa majmu’ qoshidah. Tau sendiri bagaimana pondok pesantren Langitan begitu terkenal dengan qoshidah-qoshidahnya, dan kebetulan ada terjemahan burdah yang lumayan bagus.

Teman, Allah berfirman bahwa Allah dan para Malaikat bersholawat kepada Nabi. Sedangkan kita terlalu sering memuji-muji makhluqNya, apakah itu pacar atau suami istri kita dengan pujian yang berlebih-lebiha. Yang pandai berpuisi mempuisikan perasaan cinta nya kepada yang dicintainya dengan begitu syahdu. LANTAS. APAKAH KEPADA NABI KITA SENDIRI JARANG, BAHKAN TIDAK PERNAH MEMUJINYA??

Mari kita bersholawat kepada beliau agar senantiasa mendapatkan syafaatnya kelak. Allahummah sholli ‘ala sayyidinaa Muhammad..
Have a nice day :)

About these ads

35 thoughts on ““Sholawat Burdah” by:Syaikh Muhammad Al-Bushiri

  1. walau saya suka memuji orang yg kucintai dan kutuliskan menjadi puisi, bukankah itu juga karena Ilahi memberiku anugerah terindah dihati hingga lahirnya cinta abadi untuk pasanggan jenis kita namun bukan berarti menduakan Nya malah mmakin bersyukur akan apa yang Allah beri untuk kita nikmati tak mengeluh walau terkaang tersakiti oleh orang yg kita cintai…

    • yah, terus kenapa gk kita coba puji secara khusus pada Nabi kita. palagi Mbak Anisayu pinter buat puisi, pesen deh buat puisi tentang Nabi Muhammad. :)

  2. Aku jujur aja masih nggak ngerti loh mengenai cinta sama nabi gitu-gitu.
    Maksud aku, bukankah sudah dibilang nabi itu manusia biasa. Tapi seakan-akan, hmm, contohnya, ada penyanyi laki-laki yang terkenal dengan lagu shalawat rasulnya, dan kalau yang nyanyiin ampe nangis-nangis gitu. Apa itu nggak berlebihan?
    Hmmm…

    • una,nabi memang manusia biasa, tp tidak seperti manusia biasa, cntoh sdrhna, una ama pak presiden sma manusia,tp orng psti lbh menghormti presiden krn jabtannya. Skrng, nabi adalah kekasih allah, orng yg trhindar dr ma’siat, orang yg menyampaikan wahyu dr allah, bgtu mulia derajatnya, dan Allah sndri memuji nabi muhammad dlm al qur’an, berlebih2han dlm contoh Una kurang tepat, brlebih2han yg tdk boleh adlah smpai menjadikan apa yg slain allah sbg tuhan, una pasti cinta ma ibunya, dn mengaguminya, jk ada sesuatu yg membnggakan dr ibunya una pasti seneng,dn apa klo smpai una nangis trharu itu d anggap brlebihan, liat aja gadis2 yg smpai nangis2 lht artis pujaannya, skrng, artis dbnding dgn nabi lbh mulia mana? Nabi yg tlah menyampaikan kbnaran pd qt malah qt lupakan, dengan bnyak bersholawat qt bsa lbh mencintai rasul qt, jika Allah saja memuji nabi muhammad,knp qt tidak? :)
      kira2 bgtulah Una,sbg umatnya nabi muhammad,sudah selayaknya kan qt mengagungkan beliau.? Dan pengagungan pd nabi tidaklah sampai membwa pd kekufuran,krn nabi menyruh qt tuk brsholawat.

  3. Teman, Allah berfirman bahwa Allah dan para Malaikat bersholawat kepada Nabi. Sedangkan kita terlalu sering memuji-muji makhluqNya, apakah itu pacar atau suami istri kita dengan pujian yang berlebih-lebiha. Yang pandai berpuisi mempuisikan perasaan cinta nya kepada yang dicintainya dengan begitu syahdu. LANTAS. APAKAH KEPADA NABI KITA SENDIRI JARANG, BAHKAN TIDAK PERNAH MEMUJINYA??

    cukup senang dan belajar dengan kalimat ini, :)

  4. soal wahabi yang tidak melaksanakan maulid, karena mereka meyakini tidak perlu melakukan, hati-hati agar tidak melakukan bid’ah.

    ada temannya pak Yusuf Mansyur keturunan Arab M Abdul Jabeer mengatakan, supaya saling menghargai. Orang Ahmadiyah merasa benar, orang LDII merasa benar, orang Wahabi dan Syiah aku belum pernah ketemu. Tidak semua orang Iran itu Syiah dan tidak semua orang Arab Wahabi.

    Perlunya bershalawat dan mencontoh sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berusaha mempunyai akhlak yang baik….

    • sebelumnya saya udah pernah bahas tentang bid’ah, dalam hal ini sahabat dan para ulama’ salaf sepakat adanya bid’ah hasanah, ada bid’ah yang boleh dilakukan dan berpahala, dalilanya jelas man sanna fil islami sunnatan hasanah falahu ajruha wa ajru man amila biha.. Adapun orang yang tak mau melakukan bid’ah, tak mau maulid, tak mau istighotsah, ini adalah golongan2 yang baru muncul setelah ulama’2 kholaf. menghormati itu baik, saling menghargai itu baik, tapi lihatlah, mereka yang tak mau maulid dan tahlil, jika mereka tak mau melakukannya, kenapa mereka harus mengharamkan dan mengkafirkan orang yang melakukan bid’ah hasanah??? padahal mereka sendiri melakukan bid’ah seperti penitikan dan harokat dalam al-qur’an, itu adalah bid’ah, tapi mana ada mereka memakai al-qur’an gundul??? tidak ada kan. kalau mereka ga mau bid’ah, silahkan, tapi gak usah ngafirin orang yang melakukan bid’ah, mereka hanya pakai satu dalil yang mana dalil itu disalah artikan oleh mereka. jika mereka mengharamkan dan mengkafirkan orang yang melakukan bid’ah, berarti mereka mengkafirkan para shohabat dan para ulama’ salaf dan kholaf. na’udzubillah..
      tidak semua arab itu wahabi, dan emang tidak semua iran itu syiah, dan tidak semua wahabi punya keyakinan kufur, tapi yang pasti tetep harus waspada dengan golongan2 baru yang membawa paham takfir, tabdi’, dan tasybih, dari sini muncul paham2 radikal, dari sini banyak paham terorisme, dan semua golongan ini memang sudah disabdakan oleh nabi jauh2 hari sebelum masa sekarang.
      smoga Allah melindungi kita dari paham2 khawarij ini.

  5. Membuat Rassulullah Muhammad SAW sebagai panutan hidup itu sangat2 bagus dan sangat2 disarankan. Jgn sampe kita punya idol yg bersifat Dunia (suami/istri, artist) dan lupa idola yg sebenar-benarnya harusnya jd idola kita. I agree with that. Tp Kalau membandingkan bahwa beliau lbh baik dr nabi dan rasul yg lain kayaknya engga deh. Shirei pikir, smua Rasul & Nabi adl manusia2 pilihan dg derajat yg sama di mata Allah.
    Btw saya lupa ada hadist yg meriwayatkan ttg saat Rasul dtg ke sebuah pertemuan, smua org pada berdiri menyambutnya. Rasul menegur tindakan tersebut dan ga suka diperlakukan begitu. Menandakan beliau begitu rendah hati.
    Bershalawat pada Rasullulah Muhammad itu baik. Tp menurutku, Rasullulah jg ga suka melihat pengikutnya bershalawat dg berlebih-lebihan. Spt kata Mbak Ratna, yang penting saling menghargai aja sih ^^ Bukan saling menjauhi. Kalau Shirei sendiri berprinsip, ga dicontohkan di Al Quran dan Al Hadist, ga usah dilakukan dan ga usah ganggu2 yg ngelakukan kecuali sebatas mengingatkan.
    Krn kedamaian ada jg saat kita bs menghargai sesama.
    Allahhualam

    • tak ada hadits yg menyebut kalau bersholawat berlebih2han itu dilarang, justru nabi menganjurkan agar kita bersholawat, BERLEBIHAN YANG TIDAK BOLEH ADALAH DENGAN MENGKULTUSKAN NABI MUHAMMAD, YAITU SAMPAI MENGANGGAP NABI DERAJATNYA SETARA DENGAN TUHAN. bersholawat memuji beliau bukanlah “ghuluw” atau berlebih2han dalam beragama. dalam masalah agama, MARI KITA HINDARI PERKATAAN “MENURUT SAYA”, derajat keilmuan kita tak sampai pada derajat mujtahid, al-qur’an dan sunnah tak bisa kita ma’nai dengan akal mentah kita, di sini kita harus taqlid, al-qur’an itu dari Allah, disampaikan pada nabinya, kemudian ulama’2 menyampaikan pada umat, kalau tak mau taqlid, dapat dari mana ilmu al-qur’an dan hadits, apa tidak dari guru? belajar dari guru itu apa bukan taqlid?? dan taqlid pun harus pada ulama’ yang benar. hadits menyebutkan bahwa “khoirul quruun qorni” sebaik2 kurun (zaman) adalah zmanku dan setelahnya, artinya zaman sahabat. tabi’in dan tabi’ tabi’in adalah sebaik2 kurun, disitu disebut salaf. belajar dari ulama’2 salaf dan kholaf lebih baik dari pada mengikut paham2 yang baru muncul beberapa tahun yang lalu, menganggap ini salah ini benar tak sesuai dengan ulama’2 salaf, berkata dari al-qur’an dan hadits tapi menurut pemahaman mereka sendiri, Nabi adalah makhluq yang paling mulia, tak salah dan sangat baik memujinya, Dan Nabi Muhammad adalah orang derajat yang paling tinggi dibanding dengan rosul2 yang lain. wallahua’lam

  6. Subhanallah,Subhanallah,Subhanallah.yang tlah membimbing umat Nya dengan Cara Nya. suwun kira tlah membuka celah hatiku yang lama tertutupi kesombongan dan kepongahan yang SLAMAINI merasa dan merasa,sholawat adalah kegiatan yang biasa-biasa aja.makasih istriku tersayang slama ini tlah mengerjakan sholawat/burdah dengan kluarga tiap malam minggu smoga sholawat dan salam kagem Kanjeng nabi muhamad rosulullah memberi kesejukan. amin ya Rob

  7. aku mau tnya..
    d jawab ya..
    yang bercomen d sini tu memakai faham apa..?
    karna beda faham itu gak bisa bersatu..
    hanya saling menghormati lah kaum yg paling berahlak..
    o iya..lupa,faham saya sunni madhab safi’i ahli sunnah..
    dan malam ini khataman maos surat al-berjanji dan alhamdulillah 1th gak berhenti..
    amin..
    rumah saya d dekat area ponpes darussalam watucongol muntilan magelang jateng

    • ini kan blog umum bang, jadi pengunjungnya pun ya umum, dari berbagai kalangan, kalo terkhusus satu faham saja ya kayaknya g mungkin, kalo masalah perbedaan pemahaman itu mah udah dari jaman dulu ya begitu, tapi aku ga sukanya orang yang berbeda pendapat itu merasa dirinya paling benar sendiri, kalo g mau maulid kenapa harus nyesatin orang, ngafirin orang, itulah yg ga aku suka, saya juga wong Aswaja tulen. suka maulidan, tahlilan, dan semua bid’ah2 hasanah yang lain.

  8. iya makanya kan aq tanya..
    krna d postingan y knpa ribut bnget..
    dan aku menghormati faham kalian semua..
    karna mengerti itu tak harus melihat..

    aku sebenarnya lagi nyri sair sholawat burdah yang berbait lengkap bang..
    punya gak kitap y.. atau malah udah hafal..
    nek perlu d postingkan d kira

  9. sesungguhnya Alloh dan Malaikat NYA bersholawat atas nabi (Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW). Wahai orang2 yg beriman bersholawatlah baginya dengan salam yang sempurna… Allohumma sholli wa sallim wa barik alaih, wa ala alihi wa shohbih

  10. Orang bersholawat kepada Nabi SAW kok diributin, yang mau sholawatan yo sholawatan, yg gak mau ya gak usah Rosululloh gak pernah butuh dgn sholawat, tapi kalo kamu pasti butuh syafa’at Nabi SAW. Khusus buat orang goblok yg bikin tulisan ini, gak ada tuh niatan imam bushiri utk menyamakan derajat beliau dgn Allah, krn beliau lebih paham agama Islam daripada anda, makanya kalo goblok jgn ditularkan ke orang lain, goblok sendiri aja paham…?

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s