Pancasilais


hari ini, ya seperti hari-hari biasa, tak ada yang istimewa, setiap pagi, sholat shubuh mandi sarapan terus berangkat skul..

Ah, belajar, membosankan banget, tak ada yang lebih membosankan dari ini. Kalo belajar aja udah bosan, bagaimana nanti jadinya ya? Abis ini UN, harus lebih giat lagi deh,

Memang susah kalo sekolah ikut negara, harus ini lah, itu lah, padahal, apa sih guananya UN, hanya mendidik orang Indonesia jadi tak berjiwa Pancasialis, yang mana menjadi dasar bagi negara Indonesia. Terlebih lagi, pemerintah sudah tak ada yang percaya sama lembaga yang namanya sekolah..

LOH, apa hubungannya UN dengan Pancasila,

kalo Ujian Nasional kan pasti dijaga oleh pengawas dan polisi, lha terus apa gunanya polisi tersebut? ya untuk mengamangkan soal UN donk. Lha…..di sini pemerintah sudah tak percaya lagi dengan yang namanya sekolah. Pihak sekolah pun tak ketinggalan, bagaimanapun caranya, mereka akan sekuat tenaga agar dapat naskah ujian, Lha di sini lah banyak kejahatan sekolah di lakukan oleh para guru..

Para guru bersedia membayar berapapun, agar bisa dapat soal ujian, di sini guru sudah mempunyai mental yang sangat licik dan penakut. Bukan takut murid tak lulus, tapi takut pamor sekolah turun, takut sekolahnya gak diakui, tak terakreditasi. Para guru saja sudah mendidik mental-mental penakut seperti itu. Tak ada sama sekali jiwa pancasialis, atau mental pemberani.

Selain itu, pemerintah sudah tak percaya lagi dengan yang namanya lembaga pendidikan bernama sekolah.

Seyogyanya, sekolah memberi pendidikan yang membuat para siswa mampu untuk menghadapi segala rintangan. Wong gurunya aja kayak gitu, bagaimana muridnya. Lha terus, siapa sebenarnya yang salah?

Pemerintah atau sekolah?

Lepas dari siapa yang siapa yang benar, yang terpenting adalah bagaimana sih menjadikan pendidikan di Indonesia gak kalah dengan pendidikan luar negeri. Menjadikan mental para pelajar dan guru Indonesia pemberani.

Tapi, aku sangat bersyukur sekali, karena aku sekolah di tempat yang sangat beda dengan sekolah-sekolah lain. Di sekul ku, tak ada istilah pembocoran jawaban ujian. Kalo gak lulus, ya gak lulus, gak peduli kata orang, karena nilai kejujuran itu lebih penting dari pada kelulusan.

LOH, kok akhirnya jadi promosi skul ya… hehehehehehehehe

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s