Terrorism


syahid aku, syahidlah daku

mataku terpejam, daku terluka

selamat berpisah ayah bunda

anak istri dan saudaraku

kita kan jumpa di alam fana

kan jumpa untuk selama-lamanya

di alam fanna kita kan jumapa 2x

di alam fana kita kan bahagia 2x

tahu syair di atas? itu adalah syari yang ditulis Imam Samudra sebelum ajal menjemputnya. dan kin syari itu jadi nasyid kebanggaan dan menjadi sebuah “pembangkit” bagi orang islam radikal.

waktu membacanya, aku hanya tersenyum sinis, tak mengira ada orang dengan bangga mengklaim dirinya mujahid, dan mati masuk surga. kok enak ya……….. apa dia tak tau para sahabat, ulama’ dan para waliyullah saja tak pernah mengklaim dirinya sebagai ahli surga, walaupun jelas-jelas mereka ahli surga, lha wong mereka yang belum jelas ahli surga telah berani berkoar ahli surga. apalagi hanya dengan ‘menghabisi’ orang non muslim secara anarkis tanpa melihat nilai-nilai humanis telah bangga menyatakan ahli surga.. gila kali ya…

benar-benar tak punya otak. menganggap diri sebagai seorang mujahid. apa mereka tau apa itu jihad. mereka sama sekali tidak mengerti jihad. mereka hanya seorang teroris yang merusak nama islam dengan kedok membawa nama harum nama islam, dengan nama islam mereka membantai manusia yang sama-sama ciptaan Allah, apa itu tidak malah mencemarkan nama islam.

Apa yang mereka lakukan telah menyulut orang islam yang lain jadi ikut anarkis. bahkan, belakangan ini beredar sms dengan isi, ‘heli yang membawa mayat amrozi cs diikuti burung bertulisan lafadz Allah, dan kuburan mereka harum’. lepas benar atau salah, sms tersebut seolah ingin menegaskan bahwa mereka adalah benar-benar seorang mujahid.

Betapa banyak masyarakat yang terjebak dalam pemahaman jihad. dan menyikapi ajaran agama secara parsial dan distorsif.

APA ITU JIHAD?

Perlu diketahui, islam telah menegaskan bhahwa jihad bukan sinonim kata qital (perang) dan harb (perlawanan fisik). jihada dalam al-quran memiliki kekayaan makna sebagai ajaran islam dalam periode Makkah, dan baru muncul makna yang merujuk pada pertahanan diri dan perlawanan fisik pada periode Madinah. pada surat al-furqon ayat 25, allah menyuruh umat islam berjihad terhadap kaum musyrik mekkah dengan menggunakan al-quran, ayat tersbut turun di mekkah. jihad disini jelas bukan dengan perlawanan fisik, tapi argumentasi dan sejenisnya.

kekayaan makna jihad juga disebutkan, diantaranya dalam sunan Imam nasa’i. yang menegaskan jihada orang dewasa atau yang belum, laki-laki atau perempuan, dan yang kuat atau yang lemah adalah ibadah haji dan umroh. dalam musnad imam ahmad juga disebutkan, bahwa orang yang disebut mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya untuk menaati ajaran Allah.

Hossein Nasr mengatakan, segala upaya keras yang berpijak pada moralitas luhur. termasuk sholat, puasa, haji, pengentasan kemiskinan adalah jihad. Kholid Abu El-Fadl meletakkan jihad sebagai powerful symbol bagi ketekunan, kerja keras, dan keberhasilan. melalui jihad yang seperti itu, umat islam berhasil meraih prestasi.

Terus, mengaap jihad bisa berkonotasi qital? Hal ini tidak terlepas dari catatan masa lalu dunia islam pada waktu itu. Arab, Byzantium, Persia, dan lainnya saat itu dalam keadaan state of war. Realitas tersebut menjadikan Rasulullah SAW dan umat islam setelah hijrah ke Madinah diizinkan untuk melakukan perlawanan terhadap kaum musyrikin. tapi, jihad perlawanan fisik itu pun ada batasnya. hanya diizinkan sebatas untuk pertahanan dan pembelaan serta pembebasan diri dari belenggu penindasan. Dan harus tetap berpijak pada keluhuran etika moral dan merupakan cara terakhir manakala upaya lain sudah tak bisa dilakukan sama sekali.

Al-Jabiri menegaskan ayat-ayat yang sering dijadikan dasar oleh kelompok muslim tertentu untuk melakukan terorisme, sangat kontekstual dengan kondisi umat islam saat itu. Bahkan Al-Faqih Abu Bakar ibnu Arobi menyatakan, makna kaum kafir dalam ayat-ayat yang berhubungan dengan perang adalah kaum kafir Makkah. Ini berarti kaum kafir saat ini atau non muslim tidak bisa serta merta disamakan dengan kaum kafir Makkah.

Jadi, dilihat dari proses dan sasaran yang mereka lakukan bukanlah mujahid. Tapi hanya pembunuh atau teroris. Pemahaman mereka tentang islam masih kontekstual. (bukan berarti pemahamanku lebih dalam). Aku bingung mengapa mereka sampai seperti itu. Bukankah Nabi Muhammad SAW mengajarkan tentang perdamaian. Nabi tidak pernah menyuruh perang, membunuh, untuk menghapus kemungkaran. Tidak menyuruh membunuh orang non muslim yang tidak mengganggu, bahkan beliau melindungi seluruh orang kafir. Islam adalah agama Rahmatallilalamin, bukan Rahmatallilmuslimin. Sehingga sudah seyogyanya Islam jadi pengayom seluruh umat manusia.

Dalam syair Imam Samudra juga disebutkan:

Yahudi dan Amerika

Musuh kita sepanjang masa

Amerika dan sekutunya

dan kita hajar hingga kan hancur

Syair yang radikal. Apa mereka tak berpikir betapa Indahnya jika dunia ini hanya ada perdamaian dan hidup dengan penuh cinta kasih.

Ah…….Seandainya aku benar-benar punya Death Note, sudah aku habisi mereka semua, karena aku ingin mewujudkan dunia yang penuh kedamaian..

wah kalo yang ini terlalu fanatik sama Death Note lo ya…

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s