Behind D’Girl


Saat musim ujan kayak gini, langit seakan sedang patah hati. Kerjanya hanya ‘menangis’ melulu, alias ujan tiada henti-hentinya. Gak peduli meski tanah masih basah dan becek, tidak pernah mengerti kalau cucian belum kering, dan yang paling parah, membuat ‘adek’ ku terus memaksa untuk keluar masuk toilet. Ternayta, kaum cewek masih kalah dengan langit dalam urusan menangis.

Untuk mengatasi langit yang sedang patah hati kayak gini Cara paling efektif bagi kaum cowok (ya bukan paling efektif sih, tepatnya gak begitu efektif) adalah cangkruan di warung sama temen-temen, minum kopi jahe, camilannya ote-ote anget plus rokok ‘tuuuuuuut’ (karena belum mendapat fee dari pabrik rokok yang terkait, jadi sengaja saya sensor, karena saya gak menerima promosi gratis. ^_^). Dengan begitu, hidup sudah terasa nikmat, seakan tanpa beban, lupa akan hutang, lupa mengembalikan celana pinjaman, lupa mematikan kran air, lupa mengambil jemuran, lupa ngasih makan kucing, lupa….. banyak deh, yang penting hepi.

Tapi kalo ngatasi cewek yang sedang patah hati, wah.. Sorry, sebagai cowok yang berkepribadian ramah, tamah, penyayang, jujur, baik, setia, peduli, dermwan, rajin beribadah, taat peraturan, rajin menabung dan ramah lingkungan. Aku belum pernah mempunyai pengalaman sedikit pun dalam bidang brokenisasi hati para kaum hawa, ato sekedar menjadi tempat pembuangan curhat cewek aja gak pernah. Jadi untuk menanganinya pun masih bingung caranya.

Tapi, kira-kira bagaimana ya? Sigmund Freud bolehlah bangga dengan teorinya Oedipus Complex nya, tapi penelitiannya tentang masalah fiminitas menemui jalan buntu, dia tidak tau apa yang diinginkan oleh wanita sesungguhnya. Sigmund Freud aja bingung, apa lagi aku..

Ah, biarkan sajalah semua mengalir seperti air, yang mengalir dari atas ke bawah, tak pernah memberontak untuk mengalir ke atas. Yang bisa pasrah di hempaskan angin kemana saja. Yang rela dikotori apa saja.

Emangnya cewek kayak gitu? Kalo aku ngomong kayak gitu, bisa pecah telingaku dibentak-bentak cewek, bisa luka muka ku dicakari cewek, dan tak ketinggalan rambutku akan rontok dijambakin, terus bisa bonyok juga keningku di lempari sepatu bermerk (tapi aslinya palsu, dan jauh dari kata mahal). Tapi, efek yang paling parah adalah ‘balsem cap lima jari’. Senjata andalan para cewek ini seperti senjata biologi. Mengakibatkan pipi jadi kemerah-merahan agak gosong sedikit, membentuk cap lima jari dan meninggalkan efek panas. Bagi yang sakit gigi, bisa sebagai gantinya koyo.

Waduh, gimana donk. Aku sih gak mau ambil pusing. Dalam diri cewek sepertinya tersirat banyak misteri yang sulit diungkap. Jadi tidak bisa diambil konklusi kalo cewek seperti air kayak tadi. Tapi bisa juga cewek seperti air bah yang mampu melawan arus, membelah angin, memecah suara, dan merobohkan benteng baja.

Sebagai contoh, lihatlah sang Ibu, sekali lagi lihatlah IBU!!! Dia kuat mengandung sampai sembilan bulan, aku pun tak mungkin mampu, karena aku tak mempunyai rahim tentunya. Dia menyusui anaknya tanpa kenal lelah, tak peduli akan dirinya sediri. Terus, bagaimana dengan diriku, pasti lah aku gak bisa, karena aku gak punya payudara. (kok kesannya gak serius banget ya)

Jadi, jangan pernah meremehkan seorang cewek. Jika melihat cewek yang menangis, pandanglah sebagai romantisme yang menuju pada kecantikan dirinya. Air matanya mencitrakan hiasan anggun di pulupuk matanaya. Memang benar, air mata akan tampak indah jika mengalir di pipi wanita.

Kesimpulannya, untuk mengatasi wanita yang sedang patah hati. Buatlah dia menangis sejadi jadinya. Tapi ingat. Selalu waspada dengan senjata balsem cap lima jari…

Untuk para wanita, maafkan saya jika tulisannya sangat tidak sesuai dengan realita kehidupan wanita sesungguhnya. Ini hany tulisan iseng yang miskin akan kata-kata bijak dan sedikit akan manfaat. Dan terlebih saya adalah seorang cowok yang sok tau akan masalah wanita.

untuk seorang wanita
yang sedang menuggu di sana
air matamu adalah asa
tak kan pernah sia-sia

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s