Womenizer


Hari ini hanya hari iniwomen
Aku begitu cantiknya
Esok adalah esok
Haruskah semua terjadi
Asa adalah asa
Haruskah aku sendiri

Bagiku, sajak Theodore Storm tersebut begitu bermakna. Sajak tersebut menggambarkan sama persis dengan kehidupanku sekarang. Kehidupan dimana aku harus menjadi makhluq nokturnal. Menjajakan cinta kepada para lelaki hidung belang. Lelaki yang tak puas dengan pelayanan istrinya, dan lelaki yang hanya ingin merasakan nikmat surga dunia saja.

Aku menjadi pemain cinta, tak peduli satu lawan satu, atau satu lawan banyak. Tak peduli siapa dan apa status mereka, yang penting adalah merka semua bermain sesuai aturan. Aturan yang paling mendasar adalah membayar sesuai tarif.

Terkadang, aku hanya bisa merenenugi diri. Mengapa jalan kehidupanku seperti ini.?Jika orang berbicara tentang harga diri yang begitu berharga. Mereka memang benar, tapi apakah mereka bisa “menghargai” diri mereka sendiri, kurasa tidak. Tapi aku bisa “menghargai” diriku sendiri sesuai selera. Derajatku sebagai wanita dan manusia seaakan telah tergantikan. Sekarang aku tak ubahnya menjadi hewan piaraan yang siap diperjualbelikan.

Wahai kau yang bisa duduk santai, kau yang bisa tertawa renyah, kau yang bisa makan dan minum dengan enak, kau yang berselimut harta, kau yang bisa menikmati indahnya dunia. Tahukah kau, aku sedang sakit, tak bisa duduk dengan santai. Aku tertawa dalam bayang-bayang kesedihan. Aku memakan dan meminum sebuah kepahitan hidup. Aku berselimut akan dosa-dosa. Dan aku menikmati sebuah neraka di depan mata.

Mengapa kau bilang aku ini tak bermoral, tak beragama, sampah masayarakat.  Dengan akal sehatmu, tidakkah kau menyadari? kita sesama manusia adalah saudara, yang harus saling tolong-menolong, saling mengasihi. Saat aku berada dalam dunia yang gelap dan berjalan terseok-seok ke arah yang tak menentu. Sudahkah kau membawa cahaya penerang dan menuntunku ke jalang yang lurus? Jangankan menolong diriku, menolong dirimu sendiri saja kau tak mampu. Maka pantaskah kau bilang seperti itu padaku.

Wahai kau yang duduk di kursi kekuasaan. Menagapa kau memakan dan menghabiskan hak ku. Saat uang rakyat sudah habis kau makan. Dengan apa kau membangun negara ini. Bagaimana kau mengatasi banyaknya pengangguran. Bagaimana kau mengatasi permasalahan negara? Sedangkan dirimu sibuk mengembungkan perutmu yang tak kan pernah kenyang. Sebegitu mahalnyakah harga kebijakan-kebijakan yang pernah kau janjikan? Sekarang lihatlah diriku. Aku adalah korban kebiadabanmu.

Tuhan, apakah aku kan selalu jadi budak akan takdir Mu? Tidakkah aku mampu memerdekakan diriku? Bagaimanapun, aku tak mampu menggugatMu. Segala keputusan ada pada “tanganMu”. Aku hany bisa mengucap maaf dan memohon ampunan Mu.

Semua yang kulakukan telah membawaku masuk ke dalam sebuah kereta. Dalam perjalanan, hany kenikmatan yang kurasakan. Kereta itu pun melaju sangat kencang. Seakan ingin membawaku segera sampai tujuan. Kereta itu hanya punya satu tujuan. Neraka…

Tuhan, neraka atau surga. Keduanya adalah ciptaaan Mu yang agung. Jika neraka adalah tempat yang tak ditinggali satu nikmat pun. Maka karena cinta Mu, karena keangunagn Mu. Sungguh seluruh ciptaan Mu adalah sebuah nikmat. Aku kan tetap selalu merasakan cinta Mu dimanapun berada. Apapun yang Kau hendaki padaku, berilah aku kekuatan untuk mengahadapi semuanya. Agar aku apat menggapai ridlo Mu, dan mendapatkan cinta Mu. Ya,,, cinta Mu,, hanya cinta Mu yang mampu menyelamatkanku.

****

Untuk setiap wanita yang pantas dan harus dicintai. Kau adalah penyangga kehidupan. Tunjukan kalau kau memang wajib dihargai dan dihormati.
(tulisan sok perhatian pada wanita ini, ditulis tuk memperingati hari Kartini. Sedikit terlambat, karena diriku sibuk dalam ujian.)

8 thoughts on “Womenizer

  1. duh mas, terpegun aku membacanya. sepertinya bener2 seorang perempuan yang bicara.
    Perempuan malam emang selalu di nilai negatif padahal bukan berarti yang duduk diem dirumah itu lebih baik.
    Tapi kenapa ya mereka kok di hina banget, padahal mereka kan juga manusia mungkin cara nyari rejekinya yg beda.
    thanks y pencerahannya.
    lama nggak mampir kesini, maaf

  2. hhm… memperingati kartini ya…

    perempuan, sesuai cita-cita ibu kartini, haruslah merdeka untuk berpikir, merdeka untuk memilih dan merdeka untuk bertindak.
    apakah memilih untuk menjadi seperti perempuan seperti yang di gambar itu, termasuk merdeka dalam memilih ya?

    hhm… gak tau lah

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s