Shopping vs Soaping


main46shopping1-233x300

Wanita dan shopping, keduanya adalah sangat berbeda , baik dalam segi kata ata makna. Namun, dalam pelajaran B.Indonesia kita mempelajari bahwa dalam makna suatu kata itu, ada yang denotasi dan konotasi. Makna konotasi pun dibagi lagi jadi dua, konotasi positif dan negatif. Lantas, apa hubungan antar makna-makna dengan kata wanita dan shopping tersebut.

Hubungannya adalah, antara dua kata tersebut mengandung makna konotasi negatif. Yakni, kata shopping dikonotasikan atau dikiyaskan dengan kata wanita. Dikatakan negatif karena konotasi tersebut tidak mengarah pada pengkiyasan makna yang baik. Masak, wanita disamakan dengan shopping, apa hubungannya? Pengkiyasan tersebut hanya merupakan kritik akan wacana paradigma sosial tentang kebiasaan wanita. Dan yang pasti, wanita tidak selalu identik dengan “Shopping”.

Demikian pembahasan tentang masalah Shopping. Di sini aku mau membahas lehih dalam tenatng “soaping”. Jika pembahasan tadi adalah tentang hubungan wanita dengan Shopping. Sekarang adalah tentang hubungangan pria dengan soaping.

Dilihat  dari segi kata dan makna, ’soaping’ sama dengan ’shopping’, sama-sama diambil dari B.Inggris. Keduanya pun berbentuk gerund, dan ‘tujuannya’ pun juga sama, sebagai bentuk paradigma sosial yang menyangkut kebiasaan pria. Dan yang pasti sama sepeti wanita, hal ini tidak bisa dikatakan ‘mutlak’ pasti terjadi pada pria.

Soaping, diambil dari kata ’soap’ yang berarti sabun. kemudian ‘dipaksa’ berubah menjadi bentuk gerund agar bisa berubah makna sebagai suatu aktivitas yang sedang dilakukan. Kenapa aku memakai kata ‘dipaksa’? Karena dalam B.Inggris, noun tidak bisa dibuat gerund, berbeda dengan verb , yang bisa dibuat gerund dan bisa berubah makna jadi noun.

Lantas, mengapa ‘pemaksaan’ kata tersebut terjadi? Yah….. Menurutku sih karena selain pemikiran orang Indonesia yang maju-mundur tapi lebih tekenal mundurnya, juga mempunyai daya imajinasi dan improvisasi yang tinggi. Sehingga bisa ‘memlesetkan’ suatu hal yang sudah pada tempatnya pada hal yang tidak mungkin, tak umum, tapi kadang terkesan lucu…

Jadi, dengan ‘pemaksaan’ yang telah terjadi, ’soaping’ disini bermakna ‘menyabun’. Lha terus…. apa lagi hubungannya dengan pria. (sejenak, dari sini aku berharap pada pembaca agar tidak melepaskan pikirannya pada hal-hal yang ‘berbau amis’ ^_^. Meski memang benar adanya). Waduh……! Gak enak juga bahasnya. Aku kan cowok, dan yang baca bisa juga seorang cewek.

Memang benar, ’soaping’ yang kumaksud di sini adalah ONANI, (ups, jangan keras-keras) Dalam istilah orang jawa sangat banyak sebutan untuk istilah onani, salah satunya adalah ‘nyabun’ (soaping). Di sinilah letak kecerdasan orang Jawa (seperti aku ini ^_^), meski tidak begitu paham, para ahli menyebut onani juga dengan sebutan masturbasi, lha…. masturbasi ini di ambil dari b.inggris dari kata masturbate, yang berarti menyabun.

Tapi, kalo menurut penelitianku, (lagi berlagak sok peneliti). Orang Jawa menyebut istilah ‘nyabun’ bukan tau dari kamus Jhon M. Echols, tapi lebih karena cara mereka onani. (gak usah tanya objek penelitian ku ya). Jadi, para ahli menyimpulkan dari cara-cara orang melakukan onani, mereka membuat istilah masturbasi sebagai sinonim kata onani. Tapi bisa juga para ahli perumus masturbasi itu iri sama ‘Onan’, yaitu orang yang pertama kali melakukan onani. Para ahli ini ingin namanya di ukir sejarah, jadi sang ahli yang bernama Mastur, menyebut onani sebagai masturBasi. (hahahahahahahaha… gak usah dipercaya). Dan seandainya yang pertama kali melakukan onani itu aku, bisa jadi namanaya adalah ‘Tomini’ (wkakakakakakakakaakakak).

Terus, apakah onani hanya dilakukan oleh cowok? (untuk para cewek, gak usah hipokrit gitu deh). Tapi,, cukup…. cukup,,, cukuuuuuuuuupp.. Aku gak mau bahas lagi.

Shopping Vs Soaping, keduanya merupakan konotasi negatif yang ‘ditempelkan’ pada pria dan wanita oleh pria dan wanti juga.

Sehingga, dari dua konotasi negatif tersebut, pria dan wanita diharapkan bisa merubah seluruh tabiatnya yang tidak ada manfaatnya tidak hanya dua itu saja. Memang, manusia bukanlah makhluq yang sempurna, dan pasti punya salah. Tapi, manusia adalah mahkluq yang paling sempurna di sisi-Nya.

Kesempurnaan manusia adalah karena manusia itu punya kesalahan dan kekurangan, dan bukanlah berarti kesalahan dan kekurangan itu menjadikan manusia tidak sempurna. Tapi justru disitulah letak kesempurnaan manusia sebagai makhluq Tuhan. Berbeda dengan Tuhan, yang tidak mempunyai kekurangan sama sekali, dan MUTLAK hanya Dialah yang paling sempurna.

Jadi, jangan pernah jadikan kesalahan dan kekurangan sebagai kambing hitam untuk tidak bisa berubah. Dan jangan pernah bilang dirimu adalah makhluq yang tidak sempurna….

21 thoughts on “Shopping vs Soaping

  1. Kesempurnaan manusia adalah karena manusia itu punya kesalahan dan kekurangan, dan bukanlah berarti kesalahan dan kekurangan itu menjadikan manusia tidak sempurna. Tapi justru disitulah letak kesempurnaan manusia sebagai makhluq Tuhan. Berbeda dengan Tuhan, yang tidak mempunyai kekurangan sama sekali, dan MUTLAK hanya Dialah yang paling sempurna.

    yup setuju🙂

  2. Kesempurnaan semata hanya milik-Nya.Tapi akan lebih bijak kalau menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran untuk lebih ‘sempurna’…
    Btw,aku cewek tapi tidak begitu suka belanja juga tuh..

  3. @andrie callista: jangan salah paham atu non…tulisan ini hanya ingin sedikit membahas tentang sebuah realita sosial,aku hanya ingin mengambil sebuah pelajaran dan membagikannya. bukannya aku sering……………
    hehehehehehe
    @pandu: commentnya kok selalu setuju ya…gak pernah ada kata lain ya??
    hehehehe
    @genialbutuhsomay: terserah mas,sepaham ato gak,gak ada paksaan kok.
    @linda : stuju boleh,gak setuju juga gak pa2
    @masicang :yang pasti Allah maha adil
    @ajeng :tulisan ini bersifat relatif. gak ada yang pasti, bukan bagi wanita saja, tapi juga bagi pria sendiri.

  4. kalo yg disebut soaping adalah nyabun saya dua kali sehari setiap mandi.. Sabunan pake sabun.. hwakakakaka

    wanita ga’ mungkin lepas dari shopping…udah kodrat, lha kalo ga shopping sapa yg belanja buat masak? suaminya… mau tuh suaminya belanja ikan, daging dan sayur.

    kalo sabun dan belanja digunakan dengan sewajarnya…tidak akan menjadi makna konotasi. Semuanya tergantung kadar keimanan seseorang kok… hehehehe

  5. Shopping ?? Ah, gak mau bahas, secara aku adalah wanita ..
    Soaping ?? Na, ini yang asik ..
    Ayo dong Kira, cerita .. cerita ..
    Loh ??!😀

    Orang Jawa menyebut istilah ‘nyabun’ bukan tau dari kamus Jhon M. Echols, tapi lebih karena cara mereka onani. (gak usah tanya objek penelitian ku ya).

    Tetep kekeuh mo nanya,, objek-nya apa, Kira ??

  6. hmmmm gitu tho.; lah diriku ini baru tau kalo soaping punya makna seperti itu.
    udah deh gak usah di pikir
    yang jelas buat yang seneng soaping
    kurangin deh
    jangan jadi pengikut yang akan ngerusak mental sendiri
    mendi mandi yang bener
    trus pake soap
    banyak kok jenisnya
    dari yg wangi bunga ampe yg wangi buah
    hehehhe kok jadi promosi sabun sih

  7. jangan pernah jadikan kesalahan dan kekurangan sebagai kambing hitam untuk tidak bisa berubah. Dan jangan pernah bilang dirimu adalah makhluq yang tidak sempurna….

    aku paling suka tuh baris terakhirnya!

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s