Falling Down


Roda pun selalu berputar, begitu pula kehidupan setiap manusia. Terkadang di atas, samping, dan bawah. Tak pernah stagnan, dan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Seperti naik komidi putar, ada saatnya orang turun, dan ada saatnya orang lain naik. Siapakah yang ingin naik terus, watak manusia yang selalu kurang tak selamanya menginginkannya. Terus berada di atas komidi putar pun  bisa jadi bosan. Jadi mau tidak mau kalo memang tidak mau turun, maka sang operator lah yang akan menurunkannya.

Begitu pula Tuhan, tak kan membiarkan makhluqnya terbang tinggi tanpa kendali. Dia akan menurunkannya suatu saat. Jika tidak mau, Dia akan menjatuhkannya, tidak peduli dia akan terluaka atau tidak.

Sekarang aku pun lagi jatuh, jauh, jauh sekali jatuhnya… Sakit sekali rasanya..

Untuk angan ku yang selalu terbang tinggi
Terbanglah tinggi
tapi jangan pernah kau lupa kembali

Kau bisa terbang semaumu
Tapi diriku adalah debu
Hanya angin yang mampu menerbangkanku

(saat siang panas menyengat, tubuh begitu lemas akan beban)

14 thoughts on “Falling Down

  1. hei what’s up? cheer up:)
    dinikmati aja semuanya. kalo roda kehidupan lagi di bawah ya disyukuri & dinikmati ajah… semua ada hikmahnya kok

    *komen apaan sih gua?* xixixi

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s