Shopping vs Soaping


Wanita dan shopping, keduanya adalah sangat berbeda , baik dalam segi kata ata makna. Namun, dalam pelajaran B. Indonesia kita mempelajari bahwa dalam makna suatu kata itu, ada yang denotasi dan konotasi. Makna konotasi pun dibagi lagi jadi dua, konotasi positif dan negatif. Lantas, apa hubungan antar makna-makna dengan kata wanita dan shopping tersebut.

Hubungannya adalah, antara dua kata tersebut mengandung makna konotasi negatif. Yakni, kata shopping dikonotasikan atau dikiyaskan dengan kata wanita. Dikatakan negatif karena konotasi tersebut tidak mengarah pada pengkiyasan makna yang baik. Masak, wanita disamakan dengan shopping, apa hubungannya? Pengkiyasan tersebut hanya merupakan kritik akan wacana paradigma sosial tentang kebiasaan wanita. Dan yang pasti, wanita tidak selalu identik dengan “Shopping”.

Demikian pembahasan tentang masalah Shopping. Di sini aku mau membahas lehih dalam tenatng “soaping”. Jika pembahasan tadi adalah tentang hubungan wanita dengan Shopping. Sekarang adalah tentang hubungangan pria dengan soaping.

Dilihat  dari segi kata dan makna, ’soaping’ sama dengan ’shopping’, sama-sama diambil dari B.Inggris. Keduanya pun berbentuk gerund, dan ‘tujuannya’ pun juga sama, sebagai bentuk paradigma sosial yang menyangkut kebiasaan pria. Dan yang pasti sama sepeti wanita, hal ini tidak bisa dikatakan ‘mutlak’ pasti terjadi pada pria.

Soaping, diambil dari kata ’soap’ yang berarti sabun. kemudian ‘dipaksa’ berubah menjadi bentuk gerund agar bisa berubah makna sebagai suatu aktivitas yang sedang dilakukan. Kenapa aku memakai kata ‘dipaksa’? Karena dalam B.Inggris, noun tidak bisa dibuat gerund, berbeda dengan verb , yang bisa dibuat gerund dan bisa berubah makna jadi noun.

Lantas, mengapa ‘pemaksaan’ kata tersebut terjadi? Yah….. Menurutku sih karena selain pemikiran orang Indonesia yang maju-mundur tapi lebih tekenal mundurnya, juga mempunyai daya imajinasi dan improvisasi yang tinggi. Sehingga bisa ‘memlesetkan’ suatu hal yang sudah pada tempatnya pada hal yang tidak mungkin, tak umum, tapi kadang terkesan lucu…

Jadi, dengan ‘pemaksaan’ yang telah terjadi, ’soaping’ disini bermakna ‘menyabun’. Lha terus…. apa lagi hubungannya dengan pria. (sejenak, dari sini aku berharap pada pembaca agar tidak melepaskan pikirannya pada hal-hal yang ‘berbau amis’ ^_^. Meski memang benar adanya). Waduh……! Gak enak juga bahasnya. Aku kan cowok, dan yang baca bisa juga seorang cewek.

Memang benar, ’soaping’ yang kumaksud di sini adalah ONANI, (ups, jangan keras-keras) Dalam istilah orang jawa sangat banyak sebutan untuk istilah onani, salah satunya adalah ‘nyabun’ (soaping). Di sinilah letak kecerdasan orang Jawa (seperti aku ini ^_^), meski tidak begitu paham, para ahli menyebut onani juga dengan sebutan masturbasi, lha…. masturbasi ini di ambil dari b.inggris dari kata masturbate, yang berarti menyabun.

Tapi, kalo menurut penelitianku, (lagi berlagak sok peneliti). Orang Jawa menyebut istilah ‘nyabun’ bukan tau dari kamus Jhon M. Echols, tapi lebih karena cara mereka onani. (gak usah tanya objek penelitian ku ya). Jadi, para ahli menyimpulkan dari cara-cara orang melakukan onani, mereka membuat istilah masturbasi sebagai sinonim kata onani. Tapi bisa juga para ahli perumus masturbasi itu iri sama ‘Onan’, yaitu orang yang pertama kali melakukan onani. Para ahli ini ingin namanya di ukir sejarah, jadi sang ahli yang bernama Mastur, menyebut onani sebagai masturBasi. (hahahahahahahaha… gak usah dipercaya). Dan seandainya yang pertama kali melakukan onani itu aku, bisa jadi namanaya adalah ‘Tomini’ (wkakakakakakakakaakakak).

Terus, apakah onani hanya dilakukan oleh cowok? (untuk para cewek, gak usah hipokrit gitu deh). Tapi,, cukup…. cukup,,, cukuuuuuuuuupp.. Aku gak mau bahas lagi.

Shopping Vs Soaping, keduanya merupakan konotasi negatif yang ‘ditempelkan’ pada pria dan wanita oleh pria dan wanti juga.

Sehingga, dari dua konotasi negatif tersebut, pria dan wanita diharapkan bisa merubah seluruh tabiatnya yang tidak ada manfaatnya tidak hanya dua itu saja. Memang, manusia bukanlah makhluq yang sempurna, dan pasti punya salah. Tapi, manusia adalah mahkluq yang paling sempurna di sisi-Nya.

Kesempurnaan manusia adalah karena manusia itu punya kesalahan dan kekurangan, dan bukanlah berarti kesalahan dan kekurangan itu menjadikan manusia tidak sempurna. Tapi justru disitulah letak kesempurnaan manusia sebagai makhluq Tuhan. Berbeda dengan Tuhan, yang tidak mempunyai kekurangan sama sekali, dan MUTLAK hanya Dialah yang paling sempurna.

Jadi, jangan pernah jadikan kesalahan dan kekurangan sebagai kambing hitam untuk tidak bisa berubah. Dan jangan pernah bilang dirimu adalah makhluq yang tidak sempurna….

NB: Postingan ini adalah postingan lama, karena kurang sempat blogging dari pada kosong mending nostalgia dikit dengan postingan terdahulu.

27 thoughts on “Shopping vs Soaping

  1. Ups…bahasan yang bagus. Kalau wanita dekat dengan shoping itu aku sudah tahu, terbukti pula dengan banyaknya mall megah berdiri di surabaya dan itu nggak pernah sepi pengunjung, kalau soaping wah baru tahu tuh……

    Jadi teringat kalimat ini “Kalau punya anak laki-laki, jangan biarkan berlama lama di kamar mandi, ntar bisa mainan sabun”. Dulu bingung sekali dengan kalimat ini, maksudnya apa gitu. owh…ternyata…..

  2. Salam Sahabat Common Cyber
    ***************************

    Shoping dan Soaping..

    SAY NO TO SOAPING lah..hihihi

    Dulu waktu SMP saya agak bingung bt dg omongan bocah2 ttg SOAPING,,walalu saya cowok,,di keluarga bener2 gak pernah bermunculan kyk gini…
    Baru tahu sata kels 3 SMP..
    Ngeri…

  3. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——
    Maf baru mampir…

    Soaping… no
    Shopping… jarang

    Shoping kalau diniatkan kebaikan bagus..asal jgn over
    Kalu Soaping..gak ada manfaatnya…. ngeri…

    Iizin psg link blogroll ya…
    ——

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

  4. Hai, salam kenal…🙂
    Iki bahasan serius apa main2? hahahaha…. No koment ah🙂

    Btw, tentang lomba, batas pengiriman maksimal adalah tanggal 15 jam 24 WIB. Biasanya akan ada imel balasan dari penyelenggara. Kamu udah dapet imel belum? Aku baru dapet imel tadi siang, setelah beberapa hari menunggu🙂

    • hehehe, bahasan nyantae aja kok..
      lha aku dapat email balasan, tapi gak disebut deadline penulisan postingan, di webnya pun cuma nyebut batas pengiriman email, itu aku kira batas pengiriman email pendaftaran, aku kira sampek akhir desember, lha aku banyak tugas kul, ditambah lagi sedang sakit, jadi kurang bisa cepet. aku daftarnya aja tanggal 11, tadi langsung aku kirim email tanya kepastiannya, ternyata emang tggl 15 adalah batas akhir postingan, nyesel ni, tulisan masih kerangkanya aja, jd g bisa ikut partisipasi

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s