Independence thinking


Salah satu dari tiang-tiang ajaran Islam yang penting adalah menghargai akal manusia dan melindunginya dari tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan orang atas nikmat Tuhan yang tak ternilai itu. Dalam Al-Quran bertebaran pertanyaan untuk memikat perhatian untuk mempergunakan pikiran, mendorong manusia supaya menjalankan akalnya. ” kenapakah mereka tidak berpikir, kenpakah mereka tidak ingat? kenpakah mereka tidak mempergunakan akal?” dan demikian seterusnya.

Sudah tak syak lagi, bahwa salah satu jasa islam bagi manusia adalah “mobilisasi akal”, Bukalah Al-Quran, dihalaman mana saja, sudah tentu akan terasa oleh tiap-tiap seseorang yang membancanya, bagaimankah dorongan islam yang tak kurang-kurangnya untuk memakai akal. Mempergunakan pikiran sebagai Nikmat Tuhan yang tak ternilai harganya.

Di tanah barat, orang menyangka bahwa Baco van Verum-lah yang memulai mengemukakan apa yang disebut “INDUCTIVE METHODE” dalam berpikir, maka Rosulullah SAW sudah mengajarkannya beberapa abad sebelum itu. Mengajarkan salah satu cara berpikir, yang sampai sekarang menjadi dasar bagi tiap-tiap penyelidikan, yang berhak dinamakan “ilmiah” (scientific)

Dalam Islam akal mendapat tempat yang mulia. akal tidak ditindas melainkan dipergunakan dan diberi jalan, diberi aliran untuk kemanfaatan manusia. Tetapi, apakah ini juga berarti bahwa islam memberi kemerdekaan berpikir dengan tidak terbatas. Apakah ini berarti orang Islam harus melemparkan semua faham-faham yang diannggap “lama” dan harus menjadikan “akal merdekanya” sebagai hakim yang tertinggi dalam semua hal…….???

(hanya sebuah wacana, tidak ada batasan dalam tulisan ini, sekedar iseng, gak ada ide. hehehe)

23 thoughts on “Independence thinking

  1. saya jadi inget satu ayat dalam Quran yang mengajak kita untuk berpikir..

    dalam Ar Rahman, ada satu ayat yang diulang-ulang : maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan..

    well, it is need a deep thinking.

  2. Subhanallah,, Allah telah memberikan anugerah yang begitu besar bagi manusia, yaitu akal fikiran agar hidup menjadi lebih mudah, tapi tetap harus mampu mengendalikannya, dan hatilah penyeimbang akal manusia..🙂

  3. islam diturunkan hanya untuk orang-orang yg berakal sehat [orang yg akalnya ga sehat, ga kena kewajiban]. hal itu agar supaya orang2 yang berakal sehat mampu menggunakannya sesuai dengan tuntunan/kewenangan agama, bukan malah merusaknya.

  4. Allah menunjukkan banyak hal, memang, melalui semua itu, orang, alam, peristiwa, dan yang paling maha dasyat Al-qur’an. Agar manusia menggunakan akalnya, untuk menjalani amanah menjadi klalifah di bumi. Posisi yang membuat iri para malaikat. Tentu jika mereka menggunakan akalnya….

    Tapi, ada banyak hal yang “mungkin”, walau itu tidak masuk akal. Tentu, karena di atas langit masih ada langit. mm…., karena ilmu manusia bagaikan setetes air di lautan luas..

  5. menggunakan akal jangan melampui batas, misalnya dengan menjadi atheis

    “mereka” menjadi atheis itu krn “terlalu” menggunakan akal secara tidak semestinya

  6. sependapat dengan pndapat manajemen qolbu… hati adalah barometer tentang mana yang benar dan mana yang salah, tapi tentu Quran dan Sunnah jd panduan dalam menggunakan akal pikiran yg terbatas

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s