dot…


Aku pernah ditanya oleh salah satu guru ku waktu masih sekolah. Sambil menunjukan kertas putih yang ditengahnya ada bekas setetes tinta ditengahnya.
Dengan santainya beliau bertanya padaku

Guru     :”Tom, apa yang kamu lihat dalam kertas ini?”
Saya      :”Kan udah jelas sekali Pak, itu ada bercak tinta di dalamnya”
Guru     :”Sekali lagi, coba kamu lihat baik-baik, apa yang kamu lihat dalam kertas     ini?”
Saya      :”(agak bingung juga akhirnya tapi tetap ku jawab)”Cuma ada bekas tetesan tinta dalam kertas itu Pak.
Guru      : (kemudian menjabarkan)

“Tom, kenapa kamu cuma melihat bekas bercak tinta ini saja. Kenapa kamu tidak melihat kertas yang masih putih dan tak terkena noda tinta? Kenapa kamu hanya tertuju pada titik hitam dalam kertas ini? Tidakkah kamu sadari, bahwa kertas ini masih dikelilingi dengan warna putih? Kenapa kamu tidak melihat sisi-sisi putihnya?
Apa jika ada seseorang yang pernah mengalami kesalahan, lantas kamu akan menganggapnya adalah orang yang selalu salah? Apa tidak terpikir olehmu dalam diri setiap makhluq, meski terdapat kejelekan dan kekurangan, masih tetap ada nilai kebaikannya.
Inilah kesempurnaan, bahwa tidak ada yang sempurna tanpa kekurangan kecuali Tuhan. Dan kesempurnaan kita adalah di mana kita masih mempunyai banyak kekurangan.”

Saya    :”Oh, iya Pak, saya ngerti” (manggut-manggut dengan gaya sok ngerti)

37 thoughts on “dot…

  1. klo kata peribahasa :
    “akibat nila setitik rusak susu sebelanga”
    seseorang klo bikin satu kesalahan fatal, hanya itu saja yg diinget pdhal mungkin saja kebaikan yg telah dia perbuat jauh lebih banyak dibanding setitik kesalahannya🙂

    *doh saya meracau*

  2. Terima Kasih Kira untuk kehadirannya di 1rst anniversary rumah maya saya, silahkan cinderamata diambil disana untuk dibawa pulang, salam hangat, I love You Friends sudah menceriakan hari saya

    ——————–
    Melihat kertas putih berarti kita selalu berpikir positif, karena secara umum kita lebih melihat ke hal negatif daripada positif

  3. iya seutju betul sekali tuh guru….

    dari barang disekitar kita bisa dijadikan contoh kehidupan yang nyata…..

    kesempurnaan hanya milik Allah kekurangan pasti milik kita kata dorce hihihi….

  4. ah yaaa…aku pernah liat kejadian itu d film,eh..apa ya judulny,,,,lupa. film cina gituu…
    kebanyakan kita emang lebih ‘bisa’ ngeliat titik hitam dibanding yang putih2ny, lebih ‘lihai’ ngeliat yg minus dibanding yg kurang,
    moga qt bukan tmsuk yg sprti itu, amin
    *komenku kepanjangn yaak*
    -___-“

  5. Aku juga manggut-manggut ngerti Tom,, kalo sekarang ngerti beneran,,
    masih lebih baik manusia yang berbuat salah tapi tersadar akan kesalahan, daripada manusia yang merasa tidak pernah salah dan sibuk dengan kesalahan orang lain,,
    tq ilmunya Tom🙂

  6. berkunjung untuk persahabatan sesama blogger, sekaligus harap harap cemas utk mendapatkan follow dari kamu gan???
    semoga menjadi pertemanan yang abadi sesama blogger

  7. Pak gurunya bijak sekali dalam menelaah hidup ya.. klo dot yang saya tau si biasanya penting sekalis saat melihat kualitas sebuat percetakan seperti surat kabar😀

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s