Pesantren= Friends, Memory, Experience n Knowledge.


Dalam suasana panas dan sumpek di Jakarta, ditemani sebatang rokok yang tinggal setengah dan duduk terpaku depan kipas angin. Aku sedikit berkontemplasi tentang angan2 masa depan. AH, satu menit kemudian jg masa depan, tak ada yg tau akan masa depan kecuali Dia. Saat pikiran berpikir ke depan entah dari arah mana tiba2 pikiranku tiba-tiba mundur. “FLSAHBACK” Kali ini aku tak dapat menulis dan merangkai sebuah kata-kata yang tersusun dengan rapi dan indah yang menggetarkan hati (EMANG DARI DULU GAK PERNAH BISA). Aku hanya sejenak ingin kembali ke masa lalu saat aku masih di PESANTREN. Tak ada lagi kenangan yang lebih mengenangkan dan patut dikenang dan selalu terkenang kalau tidak pada masa2 susah senang duka cita indah bahaya tantangan dsb (dan saya bingung) kalau tidak di PESANTREN. PONPES AL-AMIN adalah awal semua bermula, tempat penuh ambisi penimba ilmu, dengan penuh suasana ketentraman dan kedamaian oleh aura-aura Kiyai, Ustadz2 dan Santri. (sedikit hiperbolis). Aku bingung jika menulis tentang apa yang aku sukai, aku bingung kalau menulis tentang apa yang kucintai. Tak mampu menuliskan apa yang ada dalam perasaan karena sekali lagi bahasaku adalah perasaanku.

(foto segenarisi masih lugu-lugunya ini diambil saat masih kelas 2 tsanawiyah saat setelah sholat shubuh)

Di Al-Amin begitu amat sangat banyak sekali (sekali lagi sengaja hiperbolis), di sini baru kali pertama aku hidup mandiri, jauh sama orang tua, hidup bersosial langsung, dan belajar dewasa. Dari segi keilmuan, dari yang namanya kitab kuning langsat sampek kuning coklat, kemudian bahasa inggris dan arab yang tiap minggunya harus dipraktekkan sehari-hari. Dan dunia IT yang tak ikut ketinggalan juga sangat di kedepankan. Semuanya itu menjadikan kami para santri teguh dalam keyakinan dan mantab dalam keilmuan.
“nampak dari depan”


“menggenggam dunia dengan imtak dan iptek”

MASA LALU
masjid tercinta (jadoel version)
salah satu sudut pesantren al-amin (jadoel version)
kalo gak salah ini kantor (jadoel version)
si ‘ndut’ lagi curi2 waktu di lab di tengah malam
santri nakal, tak patut dicontoh.
seingatku itu makanan khas situbondo
lali nek wayahe ngaji

astaghirullah, iki pisan sopo seng moto.

amat sangat disayangkan, foto-foto jadoel kita tak diketahui dimana keberadaanya.  Terlalu banyak memory setiap event dan kejadian yang tak bisa ditampilkan. terlalu banyak memory yang terekam dan tak bisa tertuang semuanya. Dari yang ‘jadoel’ sampek yang masa kini. Jika aku bahas dalam blog kecilku ini maka tiada waktu yang menampung semuanya. Jika teman pengen tau perkembangan lebih jauh dari pondok ku buka di saja di al-AMINS’ FACEBOOK(jiah, promosi)

masih lugu

setelah 6 tahun kemudian……

LULUS

THE INSPIRATOR


Mbah Yai Achyat Halimi (alm)
Mbah Yai Aziz
Mbah Yai Mas’ud Yunus
Mbah Yai Muthaharun Afif

Dari para beliau aku dididik dengan penuh ketelatenan, tanpa kenal lelah, menancapkan dalam diri ini aqidah beserta ilmu pengetahuan agama sosial dan teknologi. Dengan motto:

العلم مع التطبيق
Ilmu Amaliyah

و العمل بالعلم
Amal Ilmiah
و التحلي بالأخلاق الكريمة على أهل السنة و الجماعة
Akhlaqul Karimah Berdasarkan Islam As-Wa-Ja

Aku kangen suasana pesantren, aku kangen masa di pasantren, aku kangen kiyai2ku, aku kangen ustadz2ku, aku kangen teman2ku, aku kangen belajar di pesantren, aku kangen main bola di pesantren, aku kangen dihukum rame2, aku kangen cangkruk’an ma temen2 pesantren, aku kangen dengan pak bon, ibu dapur, waroeng kopi “bundle” n “tastinut”. everything about you (pesantren) aku bener2 merindukannya.

Mbah Yai, Ustadz dan teman-teman, terima kasih atas semuanya, tak cukup kata yang bisa aku sampaikan.

(hanya untuk mengenang semua jasa-jasamu guru, aku hanya masih bisa menulisnya dalam rangkaian yang tak beraturan, dengan diiringi doa mu insya allah semoga kita dalam keadaan yang makin menuju dalam kebaikan untuk menuju ridlo Allah)


31 thoughts on “Pesantren= Friends, Memory, Experience n Knowledge.

  1. @Lidya: bukan hanya lugu, tapi juga pendiem dan baik hati: hohoho
    @aqim: tulisane encene digawe lebay, hahaha, tapi sayang qim, foto2 kita kok gak ada ya? aku nyari2 yang generasi kita kok cuma dikit banget di facebook al-amin. (sedih)
    @Dhana: iya mbak, tau mojokerto kah?

  2. dhe udah satu bulan ini Ra pengen banget masuk pesantren, pengen tau rasanya jadi santri, bangun subuh terus, ngaji bareng, juga dengan lingkungan yang Islami banget.. hmm, semoga segera terlaksana..🙂

  3. aaaaaa…… jadi kangen masa-masa di pondok…… hihi, itu foto yang baca komik jadi ngingetin aku pas dulu jadi seksi pendidikan di pondok. pas ngontrol jam belajar, ada santri yang buka kitab gede banget, pas aku dekatin mukanya agak2 gugup, ternyata dibalik kitab itu ada komik!!!!! ckckckckc….

    • wadoh,bukan situbondo,tp mojokerto, pengen ikut mbak,tp g sempet blogging,ni aja ol pkek hp,msh pny tnggung jwb.hehe. Turut mendukung diblik layar.hehe

  4. mungkin suasana seperti ini ya, yang juga membuat betah seorang keponakanku yg sedang belajar di pesantren. Padahal berjauhan dengan ortu, beda kota malahan.

  5. heheheh satri ya mas…. mantabs mas…

    dapat pengahasilan dari net buat beli kerupuk sama tahu.. ckckckc😀

    ndak jauh beda ama yg ngomong sebetulnya.. wkwkwkwk

    >>>>yg di bawah juga santri ini<<<

  6. al-amin ku…..

    terlalu banyak kenangan di sana.
    hingga bingung dari mana aku harus menceritakannya,,,,

    eh, yg foto lagi makan jajan bareng itu jajan dari adlan kalo gak salah. manisan pala dari situbondo. manisan yg gak manis, tapi PEDES. hahaa

    yoi thom, poto2 angkatan kita minim banget -_____________-

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s