Nahwu:behind the secreet and philosophy


Nahwu, adalah ilmu yang membahas tentang gramatika bahasa arab. Banyak kitab2 klasik yang membahas tentang ilmu ini seperti kitab wadhih, jurumiyah, ‘imrithi, dan alfiyah. Dibalik kitab2 nahwu ini terdapat banyak filosofi kehidupan yang terkandung di dalalm setiap bait-bait nadzhom sayir’nya yang telah di susun rapi oleh para mushannifnya. Berikut adalah salah satu contoh filosofi yang terkandung dalam ilmu nahwu. Bagi teman-teman yang belum pernah dengar istilah atau belum mengerti tak usah diambil pusing, ambil aja nilai-nilainya saja yang terkandung, karena jujur waktu saya belajar nahwu dulu juga suka ku tinggal tidur, apalagi kalo belajar alfiyah, mbuletnya minta ampuuun… (loh malah curcol) hihihihihihi🙂. langsung aja berikut penjelasan singkatnya.

Dalam ilmu nahwu ada istilah mu’rob dan mabni. Mu’rob berarti bisa di’irobi atau lebih gampangnya menerima perubahan diakhir kalimatnya karena ada ‘amil2 yang masuk. (bingung yah?) hihihihi. berikut penjelasan tentang tanda-tanda i’rob dengan filosofinya.

nadzom alfiyah ibnu malik

I’rob rofa’ (رفع): Dlommah adalah tanda alamat rofa’. Dlommah berarti ‘bersatu‘, rofa’ berarti tinggi‘. Maksudnya apabila kita dapat bersatu dengan sesama, dapat menjaga kesatuan dan persatuan, dapat mempererat tali ukhuwah, bukan tidak mungkin kita akan menjadi umat yang terhormat dan tinggi (rofa’).

Apa saja yang mauk dalam alamat rofa’ atau disebut dengan marfu’ ? yaitu fa’il, naib fa’il, mubtada’, khobar dan tawabi’ marfu’. Sip

  1. Fa’il (aktivis). Bila kita ingin menjadi orang yang dihargai, tinggi dan tidak terhina, maka hendaklah kita berbuat, bekerja dan berusaha, tidak berpangku tangan atau hanya mengharap belas kasih orang lain. Hanya orang yang aktif dan pro aktiflah (fa’il) yang membuahkan karya-karya dan amal dan menjadi terhormat di lingkungannya. Firman Allah SWT: “Dan katakanlah (hai Muhammad): Bekerjalah kalian! sesungguhnya pekerjaan kalian akan dilihat oleh Allah, RasulNya dan kaum mu’minin” (At Taubah : 105). Sabda Nabi Muhammad SAW: “ tangan di atas (pemberi) lebih baik dari tangan di bawah(peminta)”.
  2. Naib fa’il (mewakili tugas-tugas aktivis) adalah tipe kedua orang yang mendapat derajat tinggi. Meskipun ia berkedudukan sebagai wakil, tapi ia menjalankan pekerjaan yang dilakukan fa’il walau harus menjadi penderita dalam kedudukannya sebagai kalimat. Sebagai contoh dalam hal ini adalah sahabat Ali ra. Beliau pernah menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya dengan resiko yang tinggi berupa pembunuhan yang akan dilakukan para pemuda musyrikin Makkah saat Rasulullah berencana melaksanakan hijrah ke Madinah.
  3. Mubtada (pioneer), orang yang pertama melahirkan ide-ide positif kemudian diaplikasikannya di tengah-tengah masyarakat sehingga berguna bagi kehidupan manusia adalah orang yang pantas mendapat derajat rofa’ (tinggi). Adapepatah Arab mengatakan demikian:

    الفضل للمبتدئ وان أحسن المقتدى

    “Perhargaan itu hanyalah milik orang pertama memulai, walaupun orang yang datang kemudian dapat melakukannya lebih baik

  4. Khobar (informasi). Mereka yang memiliki khobar (informasi) itulah orang yang menguasai. Demikian salah satu ungkapan dalam ilmu komunikasi. Di dunia ini sebenarnya tidak ada orang yang lebih banyak ilmunya dari seorang lain. Yang ada adalah karena orang itu lebih banyak mendapatkan dan menyerap informasi dari lainnya.
  5. Tawabi’ Marfu’ (Mereka yang mengikuti jejak langkah orang yang mendapat derajar tinggi). Jelas, siapa saja yang mengikuti langkah dan perjuangan mereka yang mendapat derajat tinggi, maka mereka akan dihargai.

     

I’rob nashob: Fathah adalah tandah i’rob nashob. fathah bermakna ‘terbuka‘, nashob berarti ‘berkerja dan bersusah payah’. Maksudnya, mereka yang mau bekerja dan berupaya serta berpayah-payah (nashob) dalam usaha, maka mereka akan mendapatkan jalan yang terbuka (fathah). Sesulit apapun problem yang dihadapi, jika berusaha dan berpayah-payah untuk mengatasinya, maka insya Allah akan menemukan jalan keluarnya. Salah satu syair Imam Syafi’i dalam kitab “Diwan as-Syafi’i” menyebutkan:

سافر تجد عوضا عمن تفارقه # وانصب فان لذيذ العيش فى النصب

اني رأيت وقوف الماء يفسده # ان سال طاب وان لم يجر لم يطب

Pergilah bermusafir, maka anda akan dapatkan pengganti orang yang anda tinggalkan

Bersusah payahlah !, karena kenikmatan hidup ini didapat dengan bersusah payah (nashob).

Sungguh aku menyaksikan mandeg-nya air dapat merusakkan dirinya

Namun bila ia mengalir ia menjadi baik. Dan jika menggenang ia jadi tidak baik.

I’rob khofdz (خفض): Kasroh adalah tanda i’rob khofdz. Kasroh berarti ‘pecah atau perpecahan‘, khofdz berarti ‘kehinaan atau kerendahan‘. Maksudnya adalah Dengan demikian suatu umat akan mengalami kerendahan dan kehinaan apabila mereka melakukan perpecahan, tidak bersatu dan tidak berukhuwah.

I’rob jazm: Sukun adalah tanda i’rob jazm. Sukun berarti ‘ketenangan’, jazm berarti ‘kepastian‘. Maksudnya bahwa kepastian (jazm) akan melahirkan rasa ketenangan (sukun). Orang yang tidak mendapatkan kepastian dalam suatu urusan biasanya akan merasakan kegelisahan.

Begitulah kiranya segelintir penjelasan dari para guru2 kita dulu, sebenarnya masih banyak sekali filosofi yg terkandung dalam ilmu nahwu. Apalagi bait2 syair nadzom alfiyah, yang pernah belajar di pesantren pasti mengerti. Karena saya dulu tu bener2 males banget belajar nahwu saking ribetnya. (curcol lagi)🙂
Semoga bisa bermanfaat meski tidak terlalu banyak. hev e nais dey teman2….🙂

pesan dariku:

jadilah kau seperti isim yang mu’rob, jangan kau menjadi seperti isim yang mabni.

27 thoughts on “Nahwu:behind the secreet and philosophy

    • untuk bisa menafsiri al qur’an atau hadits emg sangat perlu ilmu nahwu shorof,tp tdk ckup itu saja, mufassir jg harus mengerti cabang2 ilmu yg lain,spt asbabunnuzul,mushtholah hadits,hrus hfal ribuan hadits bserta sanadnya,balaghoh,fiqih dn tauhid jg. Utk d jaman skarang tdk ada orang yg smpai derajat mufassir krn blm ada yg memenuhi syarat.

    • Dhe, yg q tulis bukan tentang pejelasan tentang materi dlm ilmu nahwu tsb,yg q bhas cma mslh filosofinya aja,jd wajar kl km gak mudeng,tp kl udh mempelajarinya dijamin deh ntar Dhe bsa paham.

  1. fi’il madhi, mudhori’, amar trmsuk nahwu jg gak😀
    tp philosopy dbalik ilmu nahwu itu emang pas bgt ya.. klo bljr nahwu shorof dgn penjelasan philosopy gini pasti melekat lama di kepala. Sayangnya aq bljr nahwu shorof gak seperti ini…

  2. aku baru baca, dan baru belajar, Mungkin adhekku yang ngerti, tapi aku gak ngerti😦, tapi untuk maksdnya bisa di pelajari dan di tangkap sama otakku:mrgreen:

    salam kenal🙂

    Owh ya..warna tulisannya membuat mataku bekerja 4x lipat, :-s

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s