Javanese & Arabic: between ancient philosophy


Suatu saat di sebuah pesantren di tanah jawa, seorang santri mengendap-endap siap beraksi meloncat pagar untuk bisa keluar ke warung kopi. Tapi nasib sial menghampiri si santri, pengurus keamanan memergokinya, jadilah ia dihadapkan pada Mbah Yai. Setelah Kiyai tau siapa santri itu, maka sang Kiyai tak bisa berkata-kata lagi. Dengan menahan amarah Mbah Yai cuma berkata dengan cukup lantang ” Da’ Suu‘ “, setelah itu Kiyai meninggalkan santri tersebut, tak banyak kata yang keluar dari Kiyai karena si santri ini tak ada bosannya melanggar peraturan.

Saking bandelnya si santri ini, sampai2 berani menirukan kata2 sang kiyai tadi, tapi karena lidah jawanya yang masih kaku, kata Da’ Suu’ dia rubah menjadi DANCOK. Kata2 itu ia praktekan kepada teman-temannya yang kurang ajar padanya. Sehingga kata-kata itu seakan menjadi semacam kata umpatan pada orang yang melakukan hal yang tidak baik.

Apa maksud kiyai berkata ” Da’ Suu’ ” kepada santri tersebut? Da’ Suu’ diambil dari bahasa arab (دع سوء) yang berarti “Tinggalkanlah Kejelekan“.  Sang Kiyai berharap kata-katanya bisa menjadi doa agar santri itu bisa berubah dan tidak mengulang-ngulang kesalahan terus menerus. Tapi dilain cerita, sang santri yang telah mempopulerkan kata DANCOK yang dia adaptasi dari kata-kata Kiyainya tersebut juga menempatkan kata-kata DANCOK untuk orang yang berlaku kurang ajar padanya. Yang dalam artian, si santri juga mendoakan orang itu agar orang yang berbuat tidak baik padanya bisa meninggalkan kejelekannya, tapi dengan bahasa yang berbeda.

Sungguh ini adalah cerita  dengan “dimicini” (penyedap rasa) hal-hal yang fiktif, tak ada jaminan kisah di atas benar2 terjadi di kalangan pesantren salaf di Jawa, ini hanyalah guyonan yang umum di kalangan pesantren. Jadi bagi anda yang menadikan kisah di atas sebagai dasar yang otentik dan mempraktekkan kata-kata DANCOK dengan dasar seperti kisah di atas, maka jangan salahkan saya kalau anda ditabok ma orang. hehehehehe😀

Sebenarnya banyak kata-kata bahasa arab yang diadopsi dalam bahasa jawa, seperti (maaf) kata kelamin wanita dalam bahasa jawa yang saru di sebut TOROK, tap sebenarnya kata itu di ambil dari kata THURUQ yang berarti “Beberapa Jalan”, yaitu jama’ dari kata THORIIQ yang berarti jalan. Kita tau bahwa kelamin wanita adalah jalan yang banyak, yaitu jalan keluarnya kencing, haid, melahirkan, dan juga senggama. Jama’ itu adalah seperti plural dalam bahasa inggris, yang menunjukkan berarti banyak. Seperti yang saya bilang, lidah jawa adalah lidah yang kaku, mengucap kata THURUQ aja susah, jadi lebih mudahnya menjadi TOROK. Dan lagi, ini adalah kata-kata yang saru dalam bahasa jawa.

Juga ada yang namnay ALUN-ALUN, diambil dari kata “AL-LAUN” yang berarti warna, alun-alun adalah tempat yang didalamnya bermacam-macam dan berwarna-warna, ada yang jualan, bermain, olahraga, pacaran, dan juga bermacam-macam orang di dalamnya.

Adapun tafa’ul yang dilakukan orang jawa saat ada kelahiran anak dengan buat kue dinamai IWEL-IWEL yaitu dari kata Waliwaa lidayya dengan tujuan agar anak nanti berbakti kepada orang tua. Saat ada yang meninggal, orang jawa melakukan tahlilan dan ada kue yang disuguhkan bernama APEM, yaitu dari kata ‘AFWUN yang berarti ampunan dengan tujuan agar yang mati mendapat ampunan dari Allah.

Yang merupakan kejeniusan dari para Wali songo saat berdakwah membawa islam di Indoensia adalah dengan cara pendekatan mereka dengan adat istiadat yang dipadukan dengan nilai syariat. Seperti contoh tembang “Sluku-Sluku Batok“. Awal bait adalah Sluku-sluku batok, batok’e ela elo.  yaitu dari kalimat “Uslukuu suluuka bathnak Laa ilaaha Illallaah” artinya kita disuruh mengisi bathin kita dengan Laa ilaaha illallah. Si Romo menyang solo yaitu dari kata Siruu ma’a man sholla yang berarti “berjalanlah dengan orang yang sholat” maksudnya kita disuruh untuk sholat. Oleh-olehe payung mutho dari kata Allahu faizun ‘ala man taaba yang berarti Allah itu suka dengan orang yang tobat. Wak jenthit lola loba dari kata Ittahidzillaaha robbah yang berarti jadikanlah Allah itu Tuhanmu. Wong mati ora obah dari kata Man maat roa dzunuubah artinya orang yang mati akan tau dosa-dosanya. Yen mati medheni bocah dari kata Dzunuubu dainin yaghillu yadah. artinya yang membelenggu dua tangan adalah hutang, baik hutang kepada Allah yaitu berupa ibadah mahdloh dan hutang kepada sesama manusia. Yen orep nggolek’o duwet. dari kata Rottibil qolb bi qoulin tsaabit. Maksudnya hati kita harus menurut dengan qoul yang tsabit (tetap) yaitu Laa ilaaha illallah. Sir sir wong udele bodhong. dari kata Sir sairon dalla showaaban. maksudnya adalah agar kita hidup menempuh jalan yang benar.

Betapa wali songo mengerti kondisi masyarakat yang dulu masih kental dengan adat istiadat, seperti Nabi Muhammad yang berda’wah pada masa jahiliyah, tidak mungkin Nabi langsung berda’wah dengan berkata “Allah berfirman”. Sama halnya dengan Walisongo, cara da’wah mereka gak mungkin dengan berkata “Qoola ta’aalaa” atau berkata “Qoola Rasulullah”. Mana mungkin orang pada waktu itu bisa mengerti, sedangkan hal itu belum pernah terdengar dan sama sekali gak mengenalnya.

Maka sangat aneh sekali jaman sekarang yang sok islam, dengan mencibir tahlil, istighotsah, wirid, sebagai amalan orang non muslim dengan dalih hal itu tak ada di al-qur’an hadits, sungguh sempit pemikiran orang seperti ini. Dia sama sekali gak mengerti esensi al-qur’an dan hadits itu sendiri, tapi malah mengaku paling al-qur’an dan hadits. Na’udzubillah. Sebenarnya masih banyak istilah yang dipakai orang Jawa yang diambil dari bahasa arab yang dijadikan amalan-amalan sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

وافعلواالخيرلعلكم تفلحون

Waf’alul khoiro la’allakum tuflihuun
Perbuatlah kebaikan sehingga kalian beruntung (Q.S  Al-Hajj 77)
Mari kita perbuat banyak kebaikan, banyak jalan menuju ridlo Allah, Allah dan Nabi tak pernah membatasi perbuatan baik, selama tidak berntentangan dengan al-qur’an dan hadits, meskipun belum dicontohkan oleh nabi, tapi hal itu baik, maka hal itu adalah sunnah yang berpahala.

من سن في الاسلام سنة حسنة فله اجرها واجرمن عمل بها

Barang siapa yg merintis (memulai) dalam islam perkara yang baik, maka baginya pahala dan pahala orang-orang setelahnya yang melakukan perbuatan baik tersebut. HR. Muslim.

15 thoughts on “Javanese & Arabic: between ancient philosophy

  1. iya, saya pernah baca juga, banyak penyesuaian yang dilakukan wali songo dalam menyebarkan islam.
    saya sendiri insyaAllah g pernah mempermasalahkan cara2 org menjani Islam selama sesuai dg Alquran dan hadist.

  2. Jangan terlalu sibuk memperdebatkan perbedaan kecil padaha kita mempunyai induk yang sama, cara pendekatannya berbeda-beda termasuk yang dilakukan para Wali, tetapi nyawanya tetap rahmatan lil ‘Alamin🙂

  3. hahaha baru tahu sekarang kosakata diatas #pura-pura ora ngerti hehehe

    asli aku baru ngerti sekarang loh kang filosofi dari lagu sluku-sluku bathok iku..

    kalau Jancok sih ngertiku artine jajan dipincuk.. bener ora ya? hahaha

  4. Ping-balik: Filsafat Kuno Antara Jawa dan Arab « Noetar

  5. huaaa… Dancuk dampean mas… *ojo nesu ya, aku mendoakan looo🙂

    Konsep dakwah para wali songo memang lebih mengena ya dari pada dakwah dengan kekerasan. tapi anehnya zaman sekarang ko sebagian ada yg tidak menerima konsep dawah para wali sehingga apa yg dilakukan para wali Allah adalah perbuatan bid’ah.
    Satu tujuan tetapi berbeda cara, sama-sama berdakwah ya.

    yang lucunya kadang aku berfikir para nabi diturun kan begitu banyak di tanah timur tengah tapi Indonesia dengan 9 wali Indonesia menjadi negara Islam terbesar walaupun masih banyak Islam ktp contoh ya kulo. X_X
    betapa jahiliyahnya orang2 timurtengah terutama Arab.

monggo komen ingkang sae ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s